Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengembangkan Usaha Makanan agar Memenangkan Persaingan Bisnis

Pasarmakanan.com - Mengembangkan usaha makanan agar laris manis dan bertahan dalam persaingan adalah harapan setiap pengusaha kuliner. Saat ini, persaingan bisnis kuliner memang sangat sengit dan kompetitif. Pedagang harus benar-benar memperhatikan kepuasan pelanggan, dari mulai rasa makanan yang enak hingga pelayanan yang jempolan.

Jika Anda tidak mampu memberikan pelayanan dan kepuasan yang prima kepada pelanggan, maka usaha makanan Anda kemungkinan tertinggal jauh dari kompetitor. Dengan kata lain, sajian kuliner Anda harus dapat menarik perhatian pelanggan dan membuat mereka teringat terus atau merekomendasikan makanan Anda kepada orang lain.

Di zaman modern ini, orang menikmati jajanan kuliner tidak semata-mata hanya untuk makan saja. Tapi ada faktor lain yang juga turut mempengaruhi, seperti suasana tempat makan yang menyenangkan, spot makan yang instagramable, cocok untuk kongkow hingga meeting, sekadar menikmati makan sembari menghabiskan waktu, dan sebagainya. Lihat saja, misalnya, di kota-kota besar, tempat makan banyak dikonsep menjadi tempat nongkrong karena “nongkrong” kini menjadi bagian dari gaya hidup anak milenial.

Cara Mengembangkan Usaha Makanan
Source: MorningbirdPhoto/Pixabay

Jika Anda hendak atau baru memulai usaha makanan, maka apa yang harus Anda lakukan? Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam bisnis ini. Pertama, Anda harus melakukan riset pasar: Apakah lokasi Anda berjualan sudah tepat untuk target pasar Anda? Apakah jenis makanan yang Anda jual itu tepat untuk target pasar Anda?

Kedua, strategi apa yang akan Anda lakukan dalam melakukan branding produk? Dari branding inilah, maka orang-orang akan mengenal produk makanan Anda dan seperti apa usaha Anda di mata konsumen. Reputasi usaha Anda bergantung dari cara pandang orang-orang terhadap branding bisnis yang Anda bangun.

Berikut ini, kami ulas tentang bagaimana mengembangkan usaha makanan agar laris dan mampu memenangkan persaingan. Ulasan ini berangkat dari studi kasus bisnis Rumah Makan Wong Solo di Kendari. Studi kasus ini dimuat dalam Jurnal Administrasi Bisnis (Vol 3 No 2, hlm 204-217).

Kemampuan manajemen yang baik

Usaha makanan atau rumah makan harus ditunjang oleh SDM yang baik, setidaknya dilihat dari standar kualifikasi pendidikan, pembagian tugas yang jelas, dan pekerja yang terlatih di bidang produksi agar makanan yang dihasilkan unggul dari kompetitor dan dapat dinikmati oleh pelanggan.  

Lokasi strategis dan halaman parkir

Usaha makanan terutama rumah makan harus berada di lokasi yang cukup strategis. Selain itu, rumah makan juga setidaknya memiliki halaman parkir yang cukup luas. Hal mempunyai tujuan supaya pelanggan yang memarkirkan kendaraannya, baik roda dua maupun empat, merasa nyaman dan terhindar dari rasa takut akan rusak atau hilangnya kendaraan.

Keahlian mengolah makanan

Usaha makanan yang sukses tentu ditunjang oleh tim produksi yang piawai dalam membuat makanan. Keahlian dalam meracik bumbu makan ini memang harus menggunakan pekerja yang terlatih atau yang sudah berpengalaman. Pasalnya, sajian makanan yang enak dapat menjadi menu andalan.

Sebagai contoh, tim produksi Rumah Makan Wong Solo menggunakan alat tradisional untuk meningkatkan rasa khas dari makanan yang mereka jual. Yang tak boleh dilupakan juga bahwa kebersihan tempat dan kesejukan ruangan perlu ditingkatkan agar pelanggan nyaman dalam menyantap makanan.

Standar baku pembukuan keuangan

Usaha rumah makan yang sudah berjalan harus memiliki standar baku pembukuan di kasir. Tujuannya agar tidak terjadi kemungkinan uang tercecer atau mengalami kekeliruan pencatatan. Bendara pemegang uang juga harus memiliki standar baku pembukuan agar pemasukan dan pengeluaran bisa ditelusuri dengan jelas. Dengan demikian, laporan keuangan tiap minggu dapat diketahui dengan pasti.

Antisipasi kompetitor

Usaha makanan yang Anda dirikan tentu tak sendiri, melainkan ada banyak kompetitor di luar sana. Apalagi bisnis rumah makan sudah menjamur di mana-mana. Dalam studi kasus Rumah Makan Wong Solo, mereka mempertahankan bisnisnya dengan terus melakukan inovasi untuk membuat produk-produk baru. Mereka juga terus meningkatkan kualitas bahan baku, menjaga cita rasa, pelayanan yang serba cepat, kebersihan tempat makan, dan tentunya memberikan harga yang terjangkau bagi pelanggan.

Bahan-bahan produk yang berkualitas

Dalam memilih bahan-bahan produk, gunakanlah yang berkualitas dan dikirim langsung dari pusat. Karena itu, Anda harus mampu membedakan mana bahan produk yang berkulitas baik dan buruk. Hal ini memang didasarkan bahwa di pasaran banyak bahan-bahan produk yang dijual tidak original sehingga standar kualitasnya rendah.

Strategi promosi

Pada zaman modern ini, ada banyak strategi dalam melakukan promosi. Jika Anda memiliki usaha rumah makan, maka perlu mendaftarkan pada Google Bisnisku. Dengan mendaftar pada Google Bisnisku, maka rumah makan Anda akan terdeteksi di mesin pencari. Jika ada orang mengetik rumah makan yang terdekat dari lokasi Anda, maka Google akan mereferensikan rumah makanmu.

Selain melalui Google Bisnisku, Anda juga bisa mendaftarkan rumah makan ke GrabFood atau GoFood. Dengan begitu, usaha rumah makan Anda dapat berpeluang besar dibeli secara online dari pengunjung yang bahkan belum pernah mendatangi langsung rumah makanmu.

Strategi metode greeting

Anda bisa mengikuti alternatif strategi dari Rumah Makan Wong Solo dengan pelayanan prima menggunakan metode greeting. Metode greeting ini merupakan sambutan kepada pengunjung sesuai dengan standar rumah makan/perusahaan tersebut, senyum yang ramah, dan mengantar tamu ke meja makan. Menurut pemilih rumah makan, strategi greeting ini cukup berhasil karena dapat meningkatkan kepuasan pengunjung.

Semoga tips di atas dapat membantu Anda dalam meningkatkan omzet penjualan usaha makanan.

Posting Komentar untuk "Cara Mengembangkan Usaha Makanan agar Memenangkan Persaingan Bisnis"

Berlangganan via Email