Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Memulai Usaha Makanan Online agar Laris Diserbu Pelanggan

Pasarmakanan.com - Semenjak kemajuan internet semakin memudahkan konsumen membeli produk makanan, sejak saat itu pula strategi penjualan industri makanan berubah jadi serba online. Pola konvensional tampaknya sudah tak mampu mengatasi persaingan bisnis makanan yang semakin kompetitif. Selain itu, konsumen juga ingin dimudahkan dalam pemilihan produk yang tak terbatas.

Adanya toko daring, masyarakat jadi lebih gampang menjual makanan secara online. Siapa pun dan di mana pun dapat menjadi pengusaha makanan. Tak ada lagi alasan sulit membuka usaha makanan. Yang penting adalah "produk" yang Anda buat, bukan lagi harus mencari lokasi yang strategis untuk berjualan. Pasalnya, kendala lokasi kini sudah di atasnya dengan berjualan secara daring.

Apakah Anda mau membuka usaha makanan online? Anda sudah berada di tempat yang benar. Lalu, apa yang harus Anda lakukan untuk mewujudkan mimpi memiliki usaha makanan online yang laris dan selalu diserbu pelanggan? Simak informasi yang sudah kami susun Pasarmakanan.com berikut ini.

Cara Usaha Makanan Online
Sumber gambar: mohamed_hassan

1. Menentukan jenis makanan yang akan dijual

Ketika hendak memulai bisnis makanan secara online, hal pertama yang harus Anda jawab adalah jenis makanan apa yang akan dijual? Kecuali, jika Anda sebelumnya usaha makanan Anda memang sudah berjalan.

Bagaimana menentukan niche makanan yang akan dijual?

Cara paling mudah menentukannya adalah dengan memperhatikan tren yang ada. Jenis makanan apa yang sedang booming sekarang? (Anda bisa melihat sesuatu sedang trend di pencarian populer media sosial atau menggunakan tool gratis Google Trends.

Kemudian, jika sudah menentukan pilihan, apakah Anda akan menjual produk makanan dengan harga yang terjangkau? Ataukah Anda akan menjual makanan yang harganya agak mahal? Apakah Anda akan berfokus menjual makanan yang “menyehatkan”? Atau juga menjual jenis makanan yang sekedar "enak di lidah"?

Nah, itulah beberapa pertanyaan yang bisa Anda ajukan pada diri sendiri dalam memulai bisnis online makanan. Pasalnya, semua hal tersebut akan memberi pengaruh besar pada Anda perihal bagaimana Anda membuat merek dan mengiklankan produk makanan.

Setelah itu, Anda pun harus mulai menetapkan anggaran dan ekspektasi pada usaha makanan Anda. Misalnya, berapa besar anggaran untuk biaya promosi? Apakah Anda akan menjual makanan di wilayah tertentu saja atau dalam cakupan nasional? Bagaimana Anda bisa membayangkan bisnis dalam jangka waktu hingga lima tahun ke depan?

Setidaknya, jawaban Anda pada pertanyaan di atas dapat memberikan gambaran mengenai dana investasi dalam toko online, marketing, hingga bahan baku makanan, yang kesemuanya itu akan menentukan harga jual produk Anda.

Sebelum menuju langkah berikutnya, beberapa poin di bawah ini penting Anda lakukan:
  • Meneliti tren makanan online untuk mencari celah bisnisnya
  • Anda harus mengetahui posisi Anda dalam peta produk makanan yang dijual
  • Mempersuasi/mengajak pelanggan kenapa mereka harus membeli produk yang Anda jual

2. Pemasok/supplier makanan

Tentunya, menjual produk makanan merupakan proses yang panjang karena makanan yang sampai ke tangan pembeli telah melewati berbagai hal. Dari mulai jaminan mutu/kualitas makanan hingga pasokan bahan-bahan yang Anda butuhkan.

Berbicara mengenai bahan-bahan pokok produk, kita harus mencari pemasok/supplier yang berkulitas—tentu diimbangi dengan harga yang cocok bagi pedagang.


Bagi Anda yang bingung mencari supplier bahan-bahan makanan dapat berkonsultasi atau mencari informasinya dengan jelas terlebih dahulu. Bila perlu gunakan supplier yang memang sudah terkenal dan tepercaya serta menjadi andalan bagi para pedagang makanan.

3. Membuat merek dan citra produk

Ketika Anda sudah tahu mau menjual jenis makanan apa dan bagaimana cara memproduksinya, maka Anda kini harus meningkatkan "citra" brand Anda.

Cara pertama adalah membuat nama bisnis berdasarkan tiga hal berikut:
  1. Mudah diingat
  2. Relevan
  3. Mudah dieja
Cara kedua adalah membuat warna brand/merek. Pilihan warna ini jangan sembarangan karena akan menentukan cara pandang konsumen terhadap produk Anda. Misalnya, ada banyak perusahaan makanan yang lebih memilih warna cerah untuk produk mereka, seperti merah, kuning, atau oranye. Sedangkan warna biru atau hijau lebih mengeskpresikan kesehatan.

Cara ketiga adalah membuat "citra produk" yang menjadi “pandangan pertama” pelanggan makanan Anda. Oleh karena itu, ada pepatah yang mengatakan bahwa kesan pertama itu sangat penting. Jadi jadikan pandangan pertama calon pelanggan pada produk Anda itu memang mengesankan sehingga timbul niat mereka untuk membeli produk Anda.

4. Packaging

Packaging merupakan hal yang jangan disepelekan bagi bisnis makanan. Jika memang Anda memproduksi sendiri makanan, maka perhatikanlah beberapa daftar berikut:
  • Daftar bahan-bahan yang digunakan dalam produk
  • Kuantitas produk dalam kemasan
  • Berat produk
  • Nama merek usaha
  • Tanggal kadaluarsa
Poin-poin tersebut jika dicantumkan pada mereka produk makanan Anda akan terlihat lebih tepercaya dan memiliki kredibilitas di mata pelanggan. Jika perlu cantumkan juga informasi nutrisi yang terdapat dalam produk makanan Anda.

Namun jika makanan yang Anda jual adalah produk makanan yang langsung siap saji, maka tak perlu mencantumkan keseluruhan poin-poin di atas. Akan tetapi, tetap perhatikan hal berikut:
  • Nama merek usaha
  • Pemilihan warna dan penggunaan font tulisan
  • Menggunakan gambar produk yang bagus (berkualitas tinggi).

5. Memberi harga produk makanan

Persoalan harga pada makanan adalah hal penting yang jangan sampai terlewatkan. Meskipun produk makanan Anda terlihat lebih lezat dan menarik dibanding produk lain yang sejenis, tetapi tetap saja Anda harus tahu cara memberikan harga.


Pasalnya, jika Anda memberikan harga yang terlalu tinggi pada produk makanan Anda dalam jangka panjang bisa jadi merusak usaha Anda sendiri. Untuk itu, Anda perlu "mengintip" penjual makanan sejenis dalam memberikan harga. Apalagi jika Anda berjuala di marketplace maka harga yang ada justru sangat bersaing ketat dan kompetitif: Anda tak bisa sesuka hati memberikan harga, karena calon pembeli akan membandingkan produk Anda dengan ribuan/puluhan ribu produk sejenis.

6. Menjual produk secara online

Menjual makanan secara online memang sangat berbeda dari cara menjual secara konvensional. Pasalnya, menjual secara online tidak memerlukan lokasi yang ramai atau strategis, bahkan di dalam suatu perumahan pun produk Anda bisa laku keras.

Sebenarnya ada tiga cara efektif untuk menjual makanan dari rumah:
  • Pertama, Anda dapat menggunakan pasar online di marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan lain-lain.
  • Kedua, membuat situs e-commerce sendiri melalui penyedia toko e-niaga, sehingga Anda yang tak memiliki keahlian teknis dalam website dapat dengan mudah menggunakannya.
  • Ketiga, menjual makanan melalui pemasok/supplier sehingga Anda tak perlu tempat untuk menyimpan atau mengurusi produk makanan atau dengan kata lain Anda menjadi dropshipper.
Sebenarnya masih ada cara lain kok, seperti menjadi mitra Go-Food/GrabFood, yakni Anda dapat menjual makanan dengan mendaftarkan diri pada aplikasi dan menjadi mitra Gojek/Grab. Pelanggan di sekitar Anda dapat menemukan lokasi jualan Anda dan dapat langsung memesan makanan yang mereka inginkan kepada Anda. Makanan yang mereka beli dijemput oleh driver Gojek/Grab. Cara demikian juga sebenarnya cocok bagi industri makanan rumahan. Jadi Anda hanya perlu membuat makanan jika ada orang yang memesan.

Cara lainnya adalah menjual makanan melalui media sosial, seperti Facebook atau Instagram. Cara ini juga dinilai tak dipungut biaya alias gratis. Kecuali produk makanan Anda dipromosikan menggunakan iklan.

Itulah beberapa cara yang dapat Anda terapkan dalam memulai usaha makanan secara online. Semoga membantu!

Posting Komentar untuk "Cara Memulai Usaha Makanan Online agar Laris Diserbu Pelanggan"

Berlangganan via Email