Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Cara Usaha Makanan Ringan bagi Pemula yang Mudah Dipraktekkan

Pasarmakanan.com - Cara memulai usaha makanan ringan sebenarnya bisa dibilang susah-susah gampang. Disebut susah karena persaingannya sangat ketat dan disebut gampang karena produknya umumnya dimulai dengan modal yang tak terlalu besar. Bagi Anda yang ingin mencoba bisnis makanan ringan dan bingung mau mencobanya dari mana, Anda berada di tempat yang tepat.

Usaha makanan ringan termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang umum kita jumpai di Indonesia. Sebab, hampir di setiap daerah di Nusantara memiliki kekhasan makanan ringan. Berbagai jenis produk makanan ini biasanya dikembangkan berdasarkan sumber bahan baku lokal. Jika industri UMKM berbasis makanan ringan ini dikembangkan maksimal, maka kontribusinya akan sangat positif bagi pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Cara Usaha Makanan Ringan
Source: Alexas_Fotos/Pixabay

Sebenarnya usaha makanan ringan ini dapat diproduksi dalam skala rumah tangga. Bagi Anda yang ingin mencoba bisnis ini tak harus menyiapkan sewa tempat, karena rumah dapat dijadikan sarana produksi. Bisnis seperti ini juga sudah banyak dilakukan dan besar-kecilnya omzet berdasarkan dari angka penjualan produk. Setidaknya bisnis ini menjadi salah satu peluang yang penting di tengah pandemi covid-19, di mana banyaknya angka pengangguran.

Untuk lebih jelasnya mengenai berbagai hal teknis dalam berbisnis usaha makanan ringan, Anda dapat membaca beberapa poin penting yang diulas Pasarmakanan.com berikut.

1. Mengenal usaha yang akan Anda jalankan

Ketika Anda hendak mencari peruntungan dan memutuskan untuk membuat usaha makanan ringan, maka Anda harus mengetahui secara lebih mendalam mengenai bidang bisnis tersebut. Pasalnya, pemahaman mengenai bisnis makanan ringan ini akan berpengaruh terhadap tingkat risiko usaha. Atau dengan kata lain, Anda akan dapat memperoleh gambaran mengenai risiko-risiko apa saja yang dihadapi dalam bisnis tersebut. Kegagalan seseorang dalam menjalankan bisnis bukan disebabkan prospek atau jenis usahanya yang buruk, melainkan karena kurangnya pemahaman akan seluk-beluk bisnisnya.

2. Perbanyak informasi

Mulai sekarang perbanyak mencari informasi mengenai jenis makanan ringan apa yang Anda akan jual. Bila perlu lakukan studi banding jenis makanan ringan di satu toko dengan toko lain. Atau jika memungkinkan, Anda dapat sedikit melakukan percakapan khusus dengan pedagang makanan ringan tersebut.

Jika dirasa tak cukup, Anda dapat mendapatkan informasi dan referensi dari berbagai sumber berikut:
  • Buku dan artikel. Anda dapat mulai berburu buku-buku atau artikel di media massa yang mengulas mengenai usaha makanan ringan, khususnya mengenai jenis usaha makanan ringan yang ingin Anda inginkan. Dari buku atau artikel (baik koran cetak atau online), buatlah kliping yang berisi informasi atau perkembangan terakhir tentang bisnis tersebut. Atau Anda juga bisa mencatat garis besar yang penting saja dan terus update mengenai bisnis tersebut.
  • Pelatihan atau seminar. Untuk menambah informasi, Anda dapat mengikuti pelatihan atau seminar mengenai bidang bisnis makanan ringan tersebut. Memang, sering kali seminar-seminar seperti ini mematok harga yang cukup mahal, tetapi jika Anda merasa membutuhkannya dan memiliki cukup uang, maka tak ada salahnya untuk berinvestasi ilmu pengetahuan di bidang bisnis tersebut. Gunakan kesempatan mengikuti pelatihan/seminar dengan bertanya kepada narasumber.
  • Membaca biografi/kisah sukses. Cara mendulang ilmu pengetahuan dari bisnis yang Anda geluti dapat dengan membaca kisah suskses atau biografi dari tokoh atau pengusaha yang sukses di bidangnya. Dari kisah-kisah yang dibaca, Anda dapat mendapatkan motivasi positif untuk berbisnis.

3. Melakukan riset sederhana

Mau berjualan produk makanan apa pun sebenarnya diperlukan riset terlebih dahulu. Riset ini dapat menjadi ancang-ancang Anda dalam melihat prospek bisnis usaha makanan ringan. Memahami target pasar juga merupakan salah satu riset penting bagi pengusaha makanan. Apakah Anda sudah melakukan riset?

Tapi, masalahnya tidak semua orang bisa melakukan riset. Apalagi misalnya Anda tidak begitu memahami penggunaan tools untuk melakukan riset di internet. Lalu bagaimana caranya?!

Tenang, jangan khawatir…..

Anda tetap bisa melakukan riset dengan membaca hasil riset dari lembaga, baik lembaga dari Indonesia maupun di luar Indonesia. Misalnya, salah satu lembaga yang rutin melakukan riset adalah Nielsen Singapura. Selain itu, ada juga lembaga-lembaga pemerintah atau swasta yang bisa Anda jadikan rujukan dalam membaca peta kuliner di Indonesia.

Untuk mencoba mencari data terbaru, Anda juga bisa memanfaatkan Goolge Trends untuk membaca berita-berita apa yang sedang viral. Anda hanya perlu memasukkan kata kunci tertentu untuk mengecek volume pencarian pada mesin telusur.

4. Bahan baku yang berkualitas

Usaha dalam bidang kuliner tentunya harus bisa bersaing dalam soal harga dan rasa. Di luar itu, dalam memproduksi makanan ringan, Anda harus menggunakan bahan baku yang berkualitas. Bahan baku ini bisa Anda dapatkan dari supplier. Di sinilah Anda harus mampu memilih mana supplier yang menjual bahan baku yang bermutu dengan harga yang cukup di kantong.


Untuk memilih supplier bahan makanan, Anda juga harus dapat memastikan bahwa supplier tersebut mampu memasok bahan baku dengan lancar. Jangan sampai ketika usaha makanan ringan Anda berjalan, supplier tidak mampu memenuhi pasokan bahan baku yang diperlukan. Ini akan merugikan usaha Anda, bukan?

5. Selalu melakukan inovasi dan eksplorasi

Dalam berbisnis kuliner, Anda harus mampu melakukan inovasi karena tren kuliner itu selalu berubah dari waktu ke waktu. Apalagi dalam bisnis makanan ringan, sudah banyak inovasi yang dilakukan oleh para pengusaha makanan tersebut. Beberapa di antaranya sukses karena menjadi viral.

Pemberian nuansa baru pada makanan ringan yang Anda jual dapat menjadikan produk Anda "fresh" dan siap bersaing dengan produk lainnya. Nuansa baru ini bisa saja dari satu jenis makanan ringan Anda buat jenis rasa dan varian yang baru. Atau, Anda juga dapat bereksplorasi membuat makanan ringan yang belum pernah ada di pasaran.

Intinya, jangan pernah berhenti melakukan inovasi dan eksplorasi dalam berbisnis makanan ringan…..

6. Packaging

Zaman sekarang tak hanya rasa saja yang menjadi modal utama dalam bisnis makanan, melainkan juga bagaimana cara mengemas atau packaging produk makanan yang Anda jual. Karena itu, packaging yang menarik akan memberikan nilai tambah pada produk makanan ringan yang Anda jual.

Jika ada dua jenis produk makanan yang harga dan rasanya setara, tetapi salah satu produk makanan tersebut dikemas kurang menarik, maka pelanggan akan memilih packaging yang lebih menarik dan sedap dipandang mata. Jadi jangan pernah anggap remeh packaging produk makanan Anda.

7. Pencatatan pemasukan dan pengeluaran

Jika bisnis Anda sudah berjalan, maka Anda perlu melakukan pembukuan pencatatan pengeluaran dan pemasukan. Dengan begitu, Anda akan mengetahui apakah bisnis makanan ringan yang Anda jalankan itu mendapatkan keuntungan atau kerugian.

Anda bisa menggunakan pembukuan manual yang sederhana untuk mencatat arus pemasukan dan pengeluaran. Akan tetapi, jika memang bisnis makanan ringan Anda berjalan dengan lancar, maka bisa juga mencatat keuangan menggunakan aplikasi pihak ketiga dalam pembukuan keuangan.

Demikinlah beberapa poin penting bagi Anda yang ingin mencari peruntungan dengan usaha makanan ringan. Semoga membantu. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke orang lain.

Posting Komentar untuk "7 Cara Usaha Makanan Ringan bagi Pemula yang Mudah Dipraktekkan"

Berlangganan via Email