Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Sukses Pengusaha Keripik Singkong, Berawal Modal 100 Ribu Jadi 200 Juta

Pasarmakanan.com – Kisah sukses pengusaha keripik singkong yang kami ulas ini benar-benar menarik. Pasalnya, usaha keripik singkong yang mereka jalani berawal dari modal yang kecil hingga bisa mencapai omzet ratusan juta rupiah.

Memang jika membaca kisah sukses seseorang tentunya kita jadi kepingin seperti mereka. Apalagi, bisnis yang mereka jalani serupa dengan bisnis yang hendak kita lakukan saat ini.

Tapi ada yang namanya proses dan seperti dikatakan pepatah bahwa “proses tidak akan pernah mengkhianati hasil”. Artinya, Anda harus melewati lika-liku proses untuk mencapai kesuksesan.

Kata-kata "kesuksesan" memang sangat manis didengar. Tapi sering kali sukar dicapai. Tapi tidak ada kata "mundur" sebelum mencapai kesuksesan. Setidaknya dengan membaca ulasan kisah sukses ini dapat menularkan semangat Anda dalam mencapai kesuksesan berbisnis.

Kisah Sukses Pengusaha Keripik Singkong

Bumbu balado dari mertua

Siapa yang tidak tahu keripik singkong? Makanan ringan yang satu ini memiliki penggemar yang banyak. Bahkan keripik singkong rata-rata dikonsumsi harian oleh masyarakat Indonesia.

Dari segi merek, keripik singkong memiliki berjibun merek yang ada di pasaran. Dari merek yang kurang dikenal hingga mereka yang populer.

Pernah mendengar brand Balada SK? Yup, Balado SK merupakan salah satu brand keripik singkong besutan Wilis yang memulai bisnis keripik singkong dengan modal Rp 100 ribu dan kini mencapai 200 juta rupiah per bulan.

Pria berusia 40 tahunan tersebut memulai bisnis keripik singkong pada tahun 2015. Hingga artikel ini dirilis, ia sudah memiliki sebanyak 12 karyawan.

Pada mulanya, ketika merintis usaha keripik singkong, Wilis bekerja sama dengan Widya Shanti yang tak lain adalah isterinya. Sementara itu, resep rahasia bumbu balado keripiknya dari mertua Wilis.

Proses produksi

Dalam proses produksinya cukup memakan waktu dan tenaga. Pasalnya, saat itu Wilis masih bekerja, sehingga ia dan istri memulai produksi keripik singkong pada pukul 04:00. Di pagi harinya, pukul 06:00 Wilis pergi ke kantor, sedangkan istrinya melakukan pekerjaan ibu rumah tangga dan pada waktu siang hari ia baru sempat melanjutkan lagi pembuatan keripik singkongnya.

Pengemasan keripik singkong mereka lakukan setelah Wilis pulang kerja, yakni pada pukul 22:00 sampai pukul 02:00. Mereka melakukan hal tersebut secara berulang hingga tiga bulan pertama produksi.

Dijual kepada tetangga hingga ke luar kota

Pada awalnya, mereka menjual keripik singkong kepada para tetangganya. Tak disangka, tetangga mereka menyukainya dan dari situlah permintaan terhadap keripik singkongnya mulai meningkat.

Selain menjual kepada tetangga, Wilis juga menitipkan keripik singkong ke minimarket. Namun karena belum memiliki label, keripik buatannya sempat diprotes. Kemudian Wilis memperbaiki kemasannya dalam waktu satu pekan.

Waktu terus bergulir dan permintaan keripik singkong Wilis terus meningkat. Bahkan ia pernah mendapatkan pesanan untuk dipasarkan di wilayah Lampung, Medan, dan Bali.

Hingga kini, pangsa pasar terbesar keripik singkong Wilis adalah wilayah Bogor, Jakarta, dan Tangerang. Dalam per hari ia bisa menjual 400-500 bungkus kemasan 250 gram dengan harga per kemasan Rp 15.000.

Dari mula ia dan istri yang bekerja membangun bisnis keripik singkong, kini ia sudah memperkerjakan 17 karyawan. Nama SK pada Baladao SK diambil dari nama depan dua anak mereka, yaitu Steve Alden dan Kent Jeiya.

Posting Komentar untuk "Kisah Sukses Pengusaha Keripik Singkong, Berawal Modal 100 Ribu Jadi 200 Juta "

Berlangganan via Email